20 Juli 2009

Kereta laut selatan

Aku kemudian memilih duduk-duduk di beranda sambil mempermainkan asap rokok.
“belum tidur , mas?” Tanya salah seorang penghuni hotel yang kamarnya bersebelahan dengan kamar kami. Aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Lalu bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menghampirinya. Setelah berkenalan, kamipun kemudian terlibat dalam pembicaraan yang hangat.

Namanya surya dari kota madiun.
“ Mas budiman kok berani bermalam di kamar itu ?” katanya sambil menunjuk kamarku. Aku terkejut dengan pertanyaannya.
“lho memangnya ada apa dengan kamarku itu ?” tanyaku sembari kutatap tajam-tajam matanya.
“katanya kamar yang mas budiman tempati itu tempatnya raja jin yang memang secara khusus diperuntukan untuk menjaga keamanan hotel ini. Kamar itu katanya juga dihuni oleh seseorang , tentunya orang halus.” Surya bercerita panjang lebar mengenai kamar itu dengan serius.

Dia seperti tidak sedang bercanda atau sengaja menakut-nakutiku.Mendengar apa yang dikatakan surya mengenai kamar yang kusewa itu seketika bulu kudukku menjadi merinding. Tapi tetap kucoba kegelisahanku itu tidak kutunjukannya. Sekitar pukul sebelas malam, surya meminta diri. Aku juga segera menuju kamar yang ku tempati sembari bertekad mengajak parman malam itu juga untuk hengkang dari situ.

Namun ketika beberapa langkah hendak memasuki kamarku, tiba-tiba kudengar suara gamelan yang sayup-sayup di tengah-tengah deburan ombak. Suara itu semakin mendekat…semakin mendekat… dan semakin mendekat. Hingga terasa jelas sekali di telingaku.
Bersamaan itu pula terdengar suara gemerincing kereta kuda. Disusul kemudian penampakan kereta kencana yang ditarik empat ekor kuida yang semuanya berwarna putih mulus. Keempat ekor kuda yang bertubuh kokoh itu semuanya berkalung asesoris yang gemerlapan karena lampu TL yang ada disitu. Tak lama kemudian dari kereta itu keluarlah lelaki bersurjan yang tadi sore sempat mengantarku ke hotel ini.

Setelah turun dari kereta, dia lalu jongkok . kemudian menyembah kearah kereta. Seolah di dalamnya ada seseorang yang sangat di hormatinya. Dari dalam kereta kemudian ada seseorang yang memberikan aba-aba dengan hanya mengibaskan tangannya. Melihat bentuk tangannya yang mulus dan halus bisa di tebak kalau tangan itu adalah tangan seorang wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hey Visitor Where Do You Come From ?


Apa Yang Ingin Anda Cari ???

Gtalk (Google Talk )