Tampilkan postingan dengan label Psikologi Dan Intelegentsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Dan Intelegentsi. Tampilkan semua postingan

8 November 2009

SINERGI



Sebelumnya kita telah bicara tentang konsep sepakat untuk tidak sepakat, maka untuk melengkapinya perlu disampaikan satu lagi konsep: SINERGI.

Istilah Sinergi terlalu sering digunakan orang sebagai jargon, sehingga sering kehilangan maknanya. Menjadi sesuatu yg hiperbolik dan di awang-awang. Padahal konsep ini bisa juga membumi dan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

SINERGI apa sih ?

Secara sederhana, sinergi terjadi saat 1+1> 2

Modal dasar dari SINERGI adalah keragaman [yup, bukan keseragaman]. Perbedaanlah yg bisa membuat sinergi. Bayangkan jika di sebuah tim sepakbola, keinginan semua pemainnya adalah mengegolkan bola, maka akhirnya semua ingin jadi striker. Klub seperti Brazil yg punya falsafah “pertahanan terbaik adalah menyerang” pun masih punya penjaga gawang, bek, dan gelandang. Karena perbedaanlah, sebuah tim atau sistem bisa kuat – karena satu dengan yg lain saling mengisi.

Di systems theory, SINERGI sangat erat kaitannya dengan salah satu sifat dari sistem: EMERGENCE. Emergence adalah sifat yg muncul hanya pada level sistem. Saat sistem tersebut dibagi-bagi menjadi elemen-elemen nya, maka emergence properties akan menghilang. Coba anda lihat, sebuah spare part mobil yg ditumpuk di gudang. Jika spare tersebut dirangkai menjadi sebuah sistem yg utuh, maka muncullah emergence property: bisa digunakan untuk memindahkan orang dan barang. Jika banyak mobil disatukan ditambah dengan jalan raya, rambu lalulintas, pejalan kaki, muncullah sistem tranportasi yg memiliki emerging properties yg tidak muncul pada level mobil individu, dst. Karenanya, di systems thinking dikenal konsep bahwa “the whole is greater than the sum of its elements“. Yak sekali lagi 1+1 > 2.

Kemarin malam, salah seorang sahabat mengajak saya berdiskusi mengenai perbedaan yg ada di antara suami dan istri.

Kita sharing – bukan konsultasi. Waktu itu saya bilang, suami-istri [apalagi yg baru nikah] harus siap untuk melihat atau menemukan perbedaan di antara keduanya. Kaget adalah reaksi alamiah, tapi selanjutnya apa?

Beberapa perbedaan akhirnya memang bisa disamakan dengan cepat. Misal: tidur malam sama-sama jam 11:00 malam. Sebagian yg lain butuh waktu yang lama untuk disinkronkan, contoh: genre film yg ditonton. Sisanya: perbedaan harus diterima apa adanya ~ just stop judging & start loving :)

Dalam banyak kasus, perbedaan lah yg sebenarnya akan membuat sistem [keluarga] menjadi lebih kuat, karena satu dengan yg lain akan saling mengisi. Di manajemen resiko biasa disebut manajemen portofolio. Saat yg satu lemah, yg lain mendukung. Yg satu menyelesaikan masalah dengan analitik, pasangannya lebih intuitif. Saat yg satu marah yg satu mendengarkan dst. 1+1 >2.

Off course, it’s always easier to say than to do. Tapi semua harus belajar.

16 Agustus 2009

The Human and Their Problem

What is the problem? There are many people who say that as a problem to be solved or to be found out for the solution. Meanwhile, there are also some people said about the problem as a gap (gap) between the necessity and reality. Throughout his life, a man certainly never dealt with the “problem”, whether there is a gap or the existence of something that should be found out for the solution. Problems are a part of human life. If a man has a problem means that he was alive. With a personality problem, there would be growing the business through learning.

Prayitno (2003) mentioned that something perceived as a problem or not depends to answer the three questions below:

1. Do something that is not the preferred?
2. Is that something you’d like its eliminated?
3. Whether something is (potentially) cause difficulties or loss?

If the answer is “YES” then something is clearly a problem and the problem is indeed very diverse people, views the terms of type, size, nature and space. There are issues that are light-weight, big-small, personal-general, and simple-complex, were not we realize, and so forth.
When expressing and understanding about every problem a person will be different. Someone said that something that could be considered a problem, while for others is not a problem, or vice versa. Likewise, someone for something that is a small or light, but expressing and understanding as a problem of weight and is large or vice versa.

Associated with psychological problems faced by individuals, in general, individuals who are less or even not at all unaware Suppose, proud people who sometimes do not realize his arrogance as well as lazy people who sometimes do not realize his lazy, so it tends to let it more and become chronic. Unlike the problems that are physical, if someone has physical problems, for example, he experienced stomach ache, the person is easily realized that had problems with his stomach, so he immediately removed it, attempted to buy drugs in a way or come to the doctor.
The size of the line, the problems faced by individuals from the two factors, i.e. factors in the individual’s own environment and factors. When life is relatively simple, the problems that arise are likely to be simple, but in line with the development of human life as a modern all-round now, problems that seem to appear even more complex, including the problems associated with the psychological.
What’s the problem? Efforts to overcome the problems or find a way out of problems can be done through various ways, both made them and through the help of others. Help others when needed usually faces the problem is considered too heavy and it is not possible by others by him. Although the service assistance of others, decision is making and problem solving activities lies in the fact that the individual concerned.
Some tips to solve the problem:

1. Be realistic and object to things that are considered so that problems can see the problem proportionally.
2. If you face a lot, Order of the problems based on priority handling. The issues considered minor and can be overcome quickly themselves, flee finish, and scratch from the list of problems you order. If one or more of the problems that are considered serious, whether they think may be the need to help yourself or others.
3. If you consider that the problem can still own by others, how to use rational and logical (scientific) to complete. Problems that are resolved in ways irrational may only result in failure and will be increasingly circumstances.
4. If you need to help make the other party, find the right person and can be trusted. Error in determining the people to be involved in your issue may even increase the burden of your problems.
5. Study those that have problems similar to your problems and find success in solving key problems
6. Your patience and sincerity in solving any problem is important, as they may try what you can not directly produce a settlement quickly. In other words, problem solving efforts such as not eating chili sauce so have eaten spiciness in the tongue, in this case the time and need to process.
7. Of course you should still pray seeking the help of the Almighty, as your spiritual strength, and be sure in yourself that every problem there is definitely way out and God will not give the problem to someone outside the ability.
In short, that in solving a problem is required intellect intellectual, emotional, social and spiritual.

15 Agustus 2009

Pengertian ilmu psikologi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan).

Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV, yang berarti lembaga hidup (levensbeginsel), atau daya hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.

Perkataan tingkah laku/perbuatan mempunyai pengertian yang luas sekali. Yaitu tidak hanya mencakup kegiatan motoris saja seperti berbicara, berjalan, berlari-lari, berolah-raga, bergerak dan lain-lain, akan tetapi juga membahas macam-macam fungsi seperti melihat, mendengar, mengingat, berpikir, fantasi, pengenalan kembali, penampilan emosi-emosi dalan bentuk tangis, senyum dan lai-lain.

Kegiatan berpikir dan berjalan adalah sebuah kegiatan yang aktif. Setiap penampilan dari kehidupan bisa disebut sebagai aktivitas. Seseorang yang diam dan mendengarkan musik atau tengah melihat televisi tidak bisa dikatakan pasif. Maka situasi dimana sama sekali sudah tidak ada unsur keaktifan, disebut dengan mati.

Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3) kemauan atau konasi, 4) gejala campuran.

Namun hendaknya jangan dilupakan, bahwa setiap aktivitas psikis/jiwani itu pada waktu yang sama juga merupakan aktifitas fisik/jasmani. Pada semua kegiatan jasmaniah kita, otak dan perasaan selalu ikut berperan ; juga alat indera dan otot-otot ikut mengambil bagian didalamnya.

Penyelidikan terhadap organ-organ manusia digolongkan dalam ilmu fisiologi. Yaitu meneliti peranan setiap organ dalam fungsi-fungsi kehidupan seperti meneliti segala sesuatu tentang mata, ketika subyek bisa melihat dan juga meneliti pengaruh kerja otak untuk mengkoordinir semua perbuatan individu guna menyesuaikan dengan lingkungnnya. Jika fungsi segenap organ dan tingkah laku banyak dijelaskan oleh fisiologi, maka masih perlukah bidang keilmuan psikologi?

Fisiologi memberikan penjelasan macam-macam tingkah laku lahiriah yang menjasmani sifatnya. Sedang manusia merupakan suatu totalitas jasmaniah rokhani. Semua bentuk dorongan dan impuls dalam diri manusia yang menyebabkan timbulnya macam-macam aktifitas fisik dan psikis, dijelaskan oleh psikologi. Misalnya, jika seseorang menaruh rasa semangat yang tinggi , ketika ia mengahadapi suatu masalah tertentu maka ia akan menaggapi masalah itu dengan semangat untuk menyelesaikannya.

Psikologi strukturalisme

Psikologi struktural atau strukturalisme merupakan studi analitis tentang generalisasi pikiran manusia melalui metode introspeksi. Dalam hal ini psikologi mempelajari isi (konten) pikiran manusia, sehingga dapat disebut dengan psikologi konten.

Pendekatan psikologi stuktural berasal dari Wilhelm Wundt yang dipelopori di amerika oleh muridnya Edward Bradford Titchener. Perlu ditekankan bahwa psikologi struktural ditemukan oleh Wundt sedangkan Titchener hanyalah satu dari sekian banyak murid yang dimiliki oleh Wundt, tetapi Titchener-lah yang berupaya membawa psikologi Wundt ke amerika dengan mempertahankan konsep aslinya.

Dalam konsep dan sistem ini. Psikologi struktural dari Wundt dan Titchener memiliki 3 tujuan :

1. Menggambarkan komponen-komponen kesadaran sebagai elemen-elemen dasar,
2. Menggambarkan kombinasi kesadaran sebagai elemen-elemen dasar tersebut, dan
3. Menjelaskan hubungan elemen-elemen kesadaran dengan sistem saraf

Kesadaran diatas diartikan sebagai pengalaman langsung. Pengalaman langsung yaitu pengalaman sebagaimana hal itu dialami. Hal ini berbeda dengan pengalaman antara. Pengalaman antara yaitu diwarnai oleh isi yang sudah ada dalam pikiran, seperti asosiasi sebelumnnya dan kondisi emosional serta motivasional seseorang.

Dengan demikian, pengalaman langsung diasumsikan tidak dipengaruhi oleh pengalaman antara. Psikologi struktural berupaya mempertahankan integritas psikologi dengan membedakannya dari fisika.

Fisika mempelajari dunia fisik atau materi, tanpa merujuk pada manusia dan melalui metode observasional berupa inspeksi yang dikendalikan dengan hati-hati. Psikologi mempelajari dunia, dengan merujuk pada manusia yang mengalami sesuatu, melalui metode observasional berupa introspeksi terkontrol atas isi kesadaran.

Subjek pembahasan yang tepat bagi psikologi struktural adalah proses kesadaran dan bebas dari asosiasi. Sehingga Wundt dan Titchener berpendapat, psikologi harus terbebas dari kekuatan metafisika, pikiran awam dan kepentingan kegunaan atau terapan yang akan merusak intergritasnya.

Sedangkan metode eksperimental yang digunakan untuk memastikan ketepatan analisis isi mental adalah introspeksi. Teknik pelaporan diri ini merupakan pendekatan klasik untuk menggambarkan pengalaman pribadi. Sehingga introspeksi hanya akan dianggap valid jika dilakukan oleh para ilmuwan yang sangat terlatih, bukan oleh pengamat awam.

Disamping kelemahan psikologi struktural dalam pandangan fungsionalisme yaitu hanya sekedar mempelajari isi dan struktur yang terlibat dalam proses-proses mental, psikologi struktural memiliki kontribusi positif dalam bidang ilmu psikologi. Sistem ini mendorong psikologi menjadi ilmu pengetahuan. Wundt mendeklarasikan sebuah disiplin formal yakni psikologi yang didasarkan pada formulasi-formulasi ilmiah sehingga psikologi diakui sebagai ilmu pengetahuan.

Psikologi Fungsionalisme Amerika

Ketika konsep psikologi strukturalisme wundt dari jerman diperkenalkan di amerika serikat, dengan segera konsep tersebut disesuaikan dengan karakteristik amerika. Walaupun salah satu murid wundt, titchener, tetap berpegang dalam keaslian psikologi strukturalisme di amerika.

Setelah para psikolog amerika kembali dari pendidikan di jerman, mereka memasukkan suatu interpretasi fungsional dalam psikologi strukturalisme. Secara singkat, psikologi fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan proses mental dan menghargai kebermanfaatan psikologi.

Ironisnya, psikologi fungsionalisme di kemukakan oleh titchener pada tahun 1898, hal ini di lakukan untuk membedakan pandangan-pandangan fungsionalisme dari psikologi stukturalisme yang sejati.

Menurut Boring (1950), psikologi fungsionalisme berbeda dengan psikologi strukturalisme tentang alasan dalam melakukan eksperimen. Para fungsionalis ingin mengetahui cara kerja pikiran dan apa saja kegunaan pikiran, bukan sekedar isi dan struktur apa yang terlibat dalam proses-proses mental.

Hal ini sesuai dengan filsafat pragmatisme yang menciptakan pemahaman bahwa dalam menciptakan atmosfer intelektual, yang dilakukan bukanlah mempelajari apa yang dilakukan individu, tetapi bagaimana individu mempelajari tersebut.

Psikologi fungsionalisme menghargai pentingnya adaptasi spesies dan individu terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan. Adaptasi sebagai mekanisme untuk bertahan hidup, hal ini sesuai dengan pengalaman bangsa amerika dalam menanamkan peradaban terbaik eropa dan menaklukkan benua liar tersebut.

Tokoh lain yang sangat berpengaruh dalam psikologi fungsionalisme yaitu William James (1842-1910) dan Charles Sanders Peirce (1839-1914). Keberpengaruhan mereka dalam kontribusi pemikiran pragmatisme tentang kesadaran, proses mental dan empirisisme membawa formulasi-formulasi baru psikologi yang menjadi awal munculnya sistem amerika berikutnya.

Fungsionalisme amerika adalah gerakan yang relatif tidak bertahan lama. Fungsionalisme membuka jalan bagi pendefinisian ulang psikologi dengan pendekatan behavioristik yang dengan cepat mendominasi psikologi amerika.

Fungsionalisme dapat dipandang sebagai tahap transisional antara strukturalisme dan behaviorisme di amerika. Di sisi lain, psikologi tertanam kokoh dan menunjukkan kebernilaiannya, baik dalam akademik maupun terapan di amerika, semua karena upaya intensif yang dilakukan oleh para fungsionalis. Sehingga para fungsionalis ini disebut sebagai pembawa kemajuan yang memasukkan unsur amerika dalam psikologi dan tetap dipertahankan hingga kini.

Psikologi Gestalt

Psikologi Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang berarti menggambarkan konfigurasi atau bentuk yang utuh. Suatu gestalt dapat berupa objek yang berbeda dari jumlah bagian-bagiannya. Semua penjelasan tentang bagian-bagian objek akan mengakibatkan hilangnya gestalt itu sendiri. Sebagai contoh, ketika melihat sebuah persegi panjang maka hal ini dapat dipahami dan dijelaskan sebagai persegi panjang berdasarkan keutuhannya atau keseluruhannya dan identitas ini tidak bisa dijelaskan sebagai empat garis yang saling tegak lurus dan berhubungan.

Sejalan dengan itu, gestalt menunjukkan premis dasar sistem psikologi yang mengonseptualisasi berbagai peristiwa psikologis sebagai fenomena yang terorganisasi, utuh dan logis. Pandangan ini menjelaskan integritas psikologis aktivitas manusia yang jelas. Menurut para gestaltis, pada waktu itu psikologi menjadi kehilangan identitas jika dianalisis menjadi komponen-komponen atau bagian-bagian yang telah ada sebelumnya.

Psikologi gestalt adalah gerakan jerman yang secara langsung menantang psikologi strukturalisme Wundt. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano, Stumpf dan akademi Wurzburg di jerman, yang berupaya mengembangkan alternatif bagi model psikologi yang diajukan oleh model ilmu pengetahuan alam reduksionistik dan analitik dari Wundt.

Gerakan gestalt lebih konsisten dengan tema utama dalam filsafat jerman yakni aktivitas mental dari pada sistem Wundt. Psikologi gestalt didasari oleh pemikiran Kant tentang teori nativistik yang mengatakan bahwa organisasi aktivitas mental membuat individu berinteraksi dengan lingkungannya melalui cara-cara yang khas. Sehingga tujuan psikologi gestalt adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi manusia-lingkungan.

Hingga pada tahun 1930, gerakan gestalt telah berhasil menggantikan model wunditian dalam psikologi Jerman. Namun, keberhasilan gerakan tersebut tidak berlangsung lama kerena munculnya hitlerisme. Sehingga para pemimpin gerakan tersebut hijrah ke Amerika.

Psikologi gestalt diawali dan dikembangakan melalui tulisan-tulisan tiga tokoh penting, yaitu Max Wertheimer, Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka. Ketiganya dididik dalam atmosfer intelektual yang menggairahkan pada awal abad 20 di Jerman, dan ketiganya melarikan diri dari kejaran nazi dan bermigrasi ke Amerika.

Tetapi di Amerika psikologi gestalt tidak memperoleh dominasi seperti di Jerman. Hal ini dikarenakan psikologi Amerika telah berkembang melalui periode fungsionalisme dan pada tahun 1930-an didominasi oleh behaviorisme. Oleh karena itu, kerangka psikologi gestalt tidak sejalan dengan perkembangan-perkembangan di Amerika

Duh, Anakku Suka Membantah

Tak selamanya anak bersikap manis dan penurut. Bahkan di saat-saat tertentu anak justru sering membantah. Jangan kaget menghadapinya. Dengan penanganan yang tepat, anak yang suka membantah bisa kok dijinakkan.

Dalam rentang usia 8 sampai 11 tahun, anak bisa tampil mengejutkan orangtua dengan tiba-tiba menjadi “doyan” membantah. Kapan waktu tepatnya, tentu tak ada patokan pasti. Usia 8 samapai 11 tahun perilaku membantah yang memusingkan kepala orangtua lebih sering ditemukan.

Pada masa ini, anak memang mengalami fase-fase peralihan fisik dan emosi dari rentang hidup sebagai anak-anak menuju masa remaja. Pada saat ini, anak sangat ingin menunjukkan identitas pribadi, sementara orientasi dirinya justru sedang bergeser. Dalam berbagai perbedaan kepentingan dan “rasa” anak pun memunculkan sikap membantah sebagai unjuk diri.

Membantah sebagai protes

Bila sikap membantah muncul pada rentang usia 8 sampai 9 tahun, jelas ini penyebabnya bisa jadi sikap orangtua yang terlalu melindungi atau over protective. Padahal di usia anak 8-9 tahun, anak tidak suka perlindungan yang berlebihan dan bahkan sedang memiliki rasa ingin tahu amat besar terhadap lingkungan. Bila terlalu dibatasi, tentu saja anak cenderung memberontak, menolak, yang kemudian diartikan orangtua sebagai sikap membantah.

Tapi sebaliknya, anak usia dibawah 8 tahun ini pun juga bisa membantah sebagai wujud protes. Misalnya, anak protes yang karena orangtuanya terlalu sibuk, hingga kurang memperhatikan dirinya. Padahal, bagi anak, perhatian dan kasih sayang orang tua merupakan faktor penting bagi keamanan dan kenyamanan hidupnya.

Karena itulah perhatian dan kasih sayang orangtua perlu diukur dalam porsi pas, agar tidak diterima anak terlalu besar dan membuat anak tertekan. Sebalikknya membiarkan anak tanpa aturan pun tidak baik. Ada juga orang tua yang mengartikan perhatian dan kasih sayang dengan menuruti semua keinginan anak dan semua serba boleh. Yang seperti itu juga salah dampaknya nanti anak menjadi susah diatur.

Pola asuh tarik ulur

Kadang sikap membantah juga muncul sebagai suatu bentuk ungkapan perbedaan pendapat. Beda pendapatnya sendiri, tentu sah-sah saja. Karena kita semua memahami bahwa tak mungkin selamanya pendapat orangtua dan anak sering sejalan.

Namun, dibutuhkan sebuah dialog dan kompromi agar perbedaan pendapat ini bisa dijembatani dan tidak hancur hanya dalam kubangan saling membantah. Jembatan akan memudahkan orang tua dan memandang perbedaan untuk dicari jalan tengah, bukan sebagai jalan anak untuk membantah orangtua atau sebaliknya jalan orang tua yang marah pada anak.

Idealnya, pola asuh terbaik menerapkan system demokratis, dimana orang tua mengartikan perhatian dan kasih sayang dengan cara tarik ulur kadang dibatasi namun suatu saat dilepas. Dengan pola asuh ini orang tua mau mendengarkan pendapat atau ide dari anak-anaknya, tapi tetap memberi batas.

Misalnya pada jam 6 malam anak mau menonton televisi. Orangtua tidak langsung melarang karena pasti akan terjadi perbedaan pendapat dan anak membantah, tetapi cobalah bernegoisasi, bahwa anak boleh menonton dengan syarat setelah jam 7 harus belajar. Bila melanggar, konsekuesi yang disepakati harus jelas. Misalnya, besok tidak boleh menonton lagi.

Penerapan dengan cara ini bisa meyakinkan anak bahwa orangtua memberikan kepercayaan sekaligus memintanya menjaga tanggung jawab dan disiplin.

Bangun kepercayaan dan jadilah sahabat anak

Meski demikian masa peralihan dari anak menuju dewasa, memang merupakan masa kritis pada anak, sehingga orangtua perlu memahaminya pula. Bila dimasa sebelumnya belum terbangun kepercayaan yang kokoh, orientasi anak tentu akan lebih dominan tersedot pada teman sebayanya. Maka jurus jitu untuk menjadi sahabat anak dimasa peralihanya adalah dengan membangun komunikasi yang efektif, sejak sekarang.

Menyusun Laporan Klinis

Laporan klinis memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan tugas-tugas sekolah, laporan itu bersifat: (a) adekuat dalam hal cakupan tugas dan tujuannya; (b) diorganisasikan dengan baik,jelas,dan mudah dipahami oleh pembacanya;(c) realistis dan mungkin kritis dalam menyebutkan berbagai keterbatasan dan kebutuhan di masa yang akan datang; (d) Bijak dan bahkan kreatif dalam menyelesaikan masalah; dan (e) bebas dari pendapat atau hipotesis yang tidak disertai hubungan.

Apa yang ada dalam laporan klinis? Laporan asesmen klinis biasanya mencerminkan atau berisi informasi-informasi penting yang saling berkaitan. Pertama, laporan klinis biasanya mencerminkan orientasi umum asesmen dan formulasi klinis, dan pendekatan teoritis spesifik yang menjadi pegangan klinisi dalam munulis laporan.

Sebaagai contoh seorang klinisi berpegang pada orientasi belajar dan menulis dari sudut pandang teori kognitif behavioral mungkin akan mendiskusikan hal-hal seperti antiseden dan konsekuensi pikiran dan perilaku sebagai cara untuk mendiskusikan bagaimana riwayat belajar kuliah berdampak pada tingkat fungsinya sampai saat ini.

Seorang klinisi melakukan pendekatan pada informasi yang sama dengan pendekatan psikodonamis mungkin berusaha menginterpretasikan data yang sama dengan kaitannya pertahanan, internalisasi obyek, atau keinginan tak sadar klien.

Kedua, laporan klinis yang banyak ditulis oleh klinisi yang dilaksanakan pada klien. Laporan ini semestinya bukan terbatas pada riwayat perkembangan, riwayat medis, riwayat masalahnya saat ini, deskripsi alat-alat asesmen yang digunakan dan rangkuman data yang dihasilkan.

Informasi ini semestinya digunakan untuk mengintegrasikan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sentral. Ini biasanya dilakukan dengan memenuhi ketiga fungsi utama asesmen, yaitu: (a) mengambil keputusan;(b) membetuk gambaran kerja;(c) menguji hipotesis. Proses-proses ini dipenuhi dan dirangkum dalam kaitannya dengan alasan perujukan awal orang itu menjalani asesmen.

Ketiga, laporan yang dikonstruksikan dengan baik menfasilitasi pelayanan yang efektif kepada klien dengan mengarahkan proses-proses formulasi klinisnya. Sintesis yang adekuat dari informasi-informasi yang tersedia biasanya disertai dengan saran mengenai langkah-langkah selanjutnya dan diskusi mengenai hasil-hasil yang mungkin diperoleh dari langkah-langkah itu, maupun sebuah rencana untuk melakukan evaluasi terhadap efetivitas intervensi klinis yang di usulkan.

Ini hanya dapat dilakukan bila klinisi memiliki pemahaman yang adekuat tentang pendekatan teoritis yang diterapkan dan makna serta relevansi data yang di kumpulkan, dan bila klinisi mampu mengkomuniikasikan informasi ini secara efektif pada klien atau pemberi jasa layanan atau agensi lain yang menangani dia.

Kriteria Penulisan Laporan Klinis

Dalam penulisan laporan asesmen klinis perlu diperhatikan mengenai kriteria-kriteria dalam penulisan laporan. Sehingga laporan dapat dimengerti, karena mengandung informasi-informasi penting yang saling berkaitan. Berikut adalah beberapa kriteria dalam penulisan laporan klinis:

KEJELASAN (CLARITY)
Kejelasan adalah salah satu kriteria penting sebuah laporan. Contoh pernyataan ”efikasi intervensi yang dilakukan kurang jelas karena berbagai macam faktor etiologis”, cukup jelaskah pernyataan tersebut? untuk segelintir orang mungkin cukup jelas, tetapi tidak untuk kebanyakan orang.

Ketika berusaha menyusun laporan yang memenuhi tolak ukur kejelasan, ada sejumlah tindakan yang dapat dilakukan oleh klinisi yang efektif. Pertama, menghindari untuk terlalu menyandarkan pada istilah-istilah klinis. Meskipun penggunaan istilah-istilah klinis memfasilitasi komunikasi di antara para anggota dan displin ilmu yang sama, istilah yang sama juga dapat membingungkan dan dapat memberikan peluang missunderstanding bagi orang-orang yang berasal dari luar disiplin atau profesi tersebut.

Kadang-kadang, klinisi memang sengaja untuk menyembunyikan istilah-istilah mereka, mungkin untuk sarana mempertahankan diri, atau sebagai tabir asap untuk menutupi pemahaman yang kurang.

Kedua, kejelasan laporan juga dapat ditingkatkan dengan menghindari konstruksi laporan asesmen yang terlalu panjang. Laporan yang diorganisasikaan dengan baik dan menyajikan informasi secara ringkas dan dengan tingkat penyimpulan yang serendah mungkin akan memaksimalkan kemungkinannya untuk dibaca, dipahami, dipergunakan.

RELEVANSI
Relevansi adalah tolak ukur lain untuk laporan yang baik. Sangat penting dalam laporan asesmen menyebutkan tentang tujuan atau pertanyaan rujukan mengapa pertanyaan asesmen diajukan. Sebelum menerima sebuah rujukan asesmen, klinisi harus memastikan terlebih dahulu bahwa pertanyaan rujukannya masuk akal. Ini dapat dikomunikasikan dalam laporan dengan menyebutkkan tujuan atau pertanyaan rujukan., mungkin dengan disertai review singkat mengenai relevansi psikologis atau klinis untuk tujuan itu. Selain itu laporan harus jelas menyebutkan tujuan asesmen itu.

KEGUNAAN
Selama menyiapkan laporan asesmen dan memutuskan informasi apa yang akan dimasukkan, klinisi harus bertanya kepada dirinya sendiri. Apakah informasi yang dimasukkan kedalam laporan ini menambahkan sesuatu yang sebelumnya belum kita ketahui? Berikut adalah komponen-kompenen untuk memperinci esensial dari laporan asesmen psikologis yang efektif dan berfaedah.

Komponen-komponen esensial dalam laporan asesmen yang berkualitas:

1. Mengidentifikasi informasi dasar seperti nama dan informasi demografis yang relevan
2. Maksud, waktu, aktifitas dan tempat asesmen, termasuk pertanyaan rujukan dan klarifikasi yang relevan tentang itu, dan riwayat masalah klien saat ini.
3. Obeservasi yang dilakukan selama asesmen
4. Hasil-hasil tes dan komentar tentang itu bila mungkin
5. Rangkuman dan interpretasi terhadap data asesmen termasuk diagnosisnya bila mungkin
6. Rekomandasi untuk tindakan lebih lanjut

Laporan yang sangat berfaedah bukan hanya akurat dan jelas tetapi juga menghindari pernyataan-pernyataan yang di ulang-ulang dan membosankan.

Perilaku Orangtua Model Utama Bagi Anak

Meski sering tidak disadari orangtua sesungguhnya merupakan tokoh panutan bagi anak. Celoteh, tindak-tanduk, bahkan mimik muka kita pun bisa ditiru anak. Untuk perilaku positif tentu kita senang. Tapi untuk yang buruk? Tentu tak satu pun orangtua ingin menularkan pada anak mereka.

Ada cerita soal imitasi ucapan ibu pada anaknya. Ketika seorang ibu memanggil anak sulungnya keluar kamar, tiba-tiba anaknya dengan dengan fasih meneruskan ucapan ibunya saat mengingatkannya untuk segera bersiap sekolah.

“Nanti terlambat, sebentar lagi jam setengah tujuh, ayah sudah mau berangkat, jangan sampai ketinggalan, ayo minum susunya, habisakan rotinya!” tiru sang anak sambil bersungut-sungut manuju meja makan.

“Udah hafal deh Bu! Bosen” sambung sang anak cuek sambil duduk di ruang makan. Sang ibu tidak menyangka kalau ucapan yang tanpa sadar diucapkan berulang-ulang setiap pagi bisa ditiru persis sekali sampai nada tinggi rendahnya pula.

Kemudian ada cerita lainya, saat seorang ayah mendapat pujian dari jamaah masjid di daerahnya, “Hebat ya anak-anaknya pak ikhsan, semua pada rajin ke masjid, sama kayak bapaknya.”

Mendengar ini, bisa terjadi jika sang ayah memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Dan untuk menjadi contoh yang baik ini, sang ayah bertahun-tahun harus melawan sifat malasnya untuk pergi shalat subuh di masjid.

Orang tua adalah model utama

Dalam bersikap dan bertingkah laku setiap anak memang banyak meniru pada lingkungannya, mulai dari orangtua, nenek-kakek, om-tante, pengasuh, tetangga, sekolah, guru, teman, bahkan dari tv dan vcd yang ia tonton.

Anak mudah sekali meniru apa yang dia lihat dan menjadikan lingkungan sebagai model kehidupan. Mulai dari ucapan, misalnya kata-kata yang mudah untuk diikuti. Atau, tingkah laku yang dilihat dari tontonan film.

Orangtua pada umumnya menjadi model utama bagi anak. Karena ayah dan ibu adalah dua orang yang berperan dalam pola asuh anak sejak dia hadir ke dunia. Maka, jangan kaget bila cara saat orangtua marah maupun saat menunjukkan kasih sayang, semua akan ditiru dan dipelajari anak.

Bila orangtua terbiasa menggunakan kata-kata kasar atau caci maki saat kesal dengan orang lain, anak juga akn mempelajarinya dan berpikitr, “oh, kalau marah atau kesal sama orang, begitu ya caranya.” Sehingga, ketika anak kesal pada temannya, maka dia akan begitu juga.

Sebaliknya jika orang tua mengajarkan untuk saling sayang, saling menghormati, tamu datang dihormati, hormat pada orangtua dan kakak, sayang pada adik, bahkan binatang pun disayang. Anak pun akan menirunya. Pada semua orang anak akan menunjukkan rasa hormatnya dan bersikap santun.

Ayo, jadi model yang baik

Banyak orangtua yang memiliki harapan tinggi terhadap anaknya, namun perilaku yang diharapkanya belum dilakukannya. Misalnya, berharap anaknya senang membaca, tetapi orangtua sendiri tidak suka membaca. Menyuruh anaknya sholat berjamaah, padahal dirinya sendiri sering meninggalkanya. Tentu cara ini tidak akan efektif.

Contoh yang baik, akan lebih melekat pada anak bila diiringi dengan penjelasan. Apa manfaatnya senang membaca buku, apa keuntungannya berjamaah di masjid dan sebagainya.

Dengan begitu, anak secara perlahan mulai mengerti tentang pentingnya melakukan perbuatan-perbuatan itu. Sehingga yang diharapkan adalah anak melakukan perilaku tersebut secara sadar dan menyenanginya, bukan karena paksaan. Maka dari itu, mari mulai sekarang kita memaksakan diri menjadi model yang baik untuk anak.

Psikologi Behaviorisme

Sistem behaviorisme ini merupakan transisi dari sistem sebelumnya, yaitu fungsionalisme. Behaviorisme memaknai psikologi sebagai studi tentang perilaku dan sistem ini mendapat dukungan kuat dalam perkembangannya di abad 20 Amerika Serikat.

Dalam pandangannya, perilaku yang dapat diamati dan dikuantifikasi memiliki maknanya sendiri, bukan hanya berfungsi sebagai perwujudan peristiwa-peristiwa mental yang mendasarinya.

Gerakan ini secara formal diawali oleh seorang psikolog Amerika bernama John Broadus Watson (1878-1958) dengan makalahnya berjudul “Psychology as the Behaviorist Views It” dan dipublikasikan pada tahun 1913.

Watson mengusulkan peralihan dari pemikiran radikal yang membahas perkembangan psikologi bedasarkan kesadaran dan proses mental. Watson mendukung perilaku tampak yang dapat diamati sebagai satu-satunya subjek pembahasan yang masuk akal bagi ilmu pengetahuan psikologi.

Sistem Watson yang memfokuskan pada kemampuan adaptasi perilaku terhadap stimuli lingkungan, menawarkan ilmu psikologi yang positif dan objektif dan pada tahun 1930 behaviorisme menjadi sistem dominan dalam psikologi Amerika.

Watson sangat berhasil dalam mengawali perubahan perkembangan psikologi. Sehingga behaviorisme secara bertahap berkembang dari definisi awal watson menjadi behaviorisme yang mencakup rangakaian aktivitas manusia dan infra manusia yang luas dan dipelajari melalui beragam metodologi empiris.

Psikologi behaviorisme sebagai disiplin empiris yang mempelajari perilaku sebagai adaptasi terhadap stimuli lingkungan. Inti utama behaviorisme adalah bahwa organisme mempelajari adaptasi perilaku dan pembelajaran tersebut dikendalikan oleh prinsip-prinsip asosiasi.

Pendekatan empiris berdasarkan pengkajian asosiasi dalam psikologi behavioristik yang secara umum mengikuti pendapat para filsuf inggris dan juga konsep locke tentang kepasifan mental yang bermakna bahwa isi pikiran bergantung pada lingkungan.

Psikologi behaviorisme juga berfundamental pada refleksiologi. Meskipun penelitian tentang perolehan refleks dilakukan sebelum diterbitkannya tulisan-tulisan Watson, karena penelitian ini sebagian besar dilakukan oleh peneliti berkebangsaan rusia seperti Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936).

Tetapi kelompok ilmuwan rusia tersebut memberikan dampak besar bagi behaviorisme setelah publikasi tulisan-tulisan Watson dan berperan sebagai kekuatan untuk memperluas formulasi aslinya.

3 Agustus 2009

Masalah dan cara pandang

Hidup dihadapkan dengan berbagai masalah dari a, b, dan masih buanyak lagi. Pussinggg. Tetapi secara umum terdapat 6 yang paling dasar yaitu:


1. Masalah keluarga dan perkawinan (komukasi, komitmen)
2. Masalah ekonomi (pengeluaran sehari-hari, pensiun)
3. Masalah anak (persiapan untuk masa depannya)
4. Masalah status sosial (pandangan akan posisi dan pekerjaan)
5. Masalah kesehatan (sehat jasmani, rohani dan pikiran)
6. Masalah kehidupan (umur, hidup dan meninggal)

Karena aku masih muda alias masih bau kencur. heheheheh. Jadi tidak semua masalah diatas kupikirkan. Hihihihi. Masalah yang kulihat dari diriku adalah masalah status sosial (pendidikan), masalah keluarga (pacaran), masalah ekonomi (keuangan). Dari ketiga masalah ini aku melihat dari dua sisi yaitu budaya barat dan timur (yang sudah bercampur dengan budaya Indonesia).

Pada budaya barat status ditunjukan dangan hasil kerja keras (realitas), kemampuan, perjuangan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Sedangkan disini ditunjukan dengan dengan sesuatu yang maya. Contoh pendidikan dapat diperoleh dengan uang (ijazah palsu), tajir nda tajirnya, dilihat dari mobil, accesoris yang mana pinjaman, pemberian atau KKN.

Pada budaya barat keluarga (pacar) diperoleh dari cinta (emosi), nafsu, keinginan sehingga sering kali terjadi kawin cerai sesaat kaya celebritis. Disini pacar ajah kudu ana ini itu, alias pake rasio, bibit, bebet dan bobot. Walaupun ada juga dengan menggunakan uang seperti kawin kontrak. heheheheh.

Ekonomi pada kultur barat semuanya dilakukan dengan perhitungan bahkan untuk anak sendiri atau saudara sendiripun kadang diperhitungkan untung ruginya, sampai-sampai dibutuhkan pengacara untuk tanda tangan hitam diatas putih. Sedangkan disini jika tidak lagi ngutang, maka pinjam meminjam lansung saja alias hanya sebatas aku kenal kamu dan kamu kenal aku dengan kata lain hanya sebatas rasa percaya atau perasaan saja. bener nda yah..................

Maafkan jika ada yang tersingung. Tapi ini realita yang aku lihat di dalam kehidupan sekitar kita. Jalan mana yang harus kta jalankan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada? Enjoy, love and peace.

16 Juli 2009

Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak

Para ahli menyatakan bahwa ternyata nilai IQ (Intelligence Quotient) seorang anak dapat ditingkatkan melalui beberapa cara. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang, yang bisa dibentuk sejak dalam kandungan dan tahap awal masa tumbuh kembang si kecil. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan IQ buah hati.


Konsumsi makan bergizi selama masa kehamilan
Jangan lupa untuk selalu menjaga pola makan selama kehamilan, sangat disarankan untuk mengkonsumsi suplemen makanan yang mengandung kolin, untuk merangsang perkembangan otak janin.
Memperbanyak konsumsi makanan sea food, terutama ikan, dipercaya sangat baik untuk perkembangan IQ .

Berikan Air Susu Ibu (ASI)
Menurut analisa riset, beragam asam lemak yang terkandung dalam ASI diyakini mampu meningkatkan kecerdasan. Selain itu, aspek fisik dan emosional dalam proses menyusui dapat menciptakan perubahan permanen pada perkembangan otak si kecil.
Para peneliti juga mengindikasikan kegiatan pemberian ASI meningkatkan interaksi verbal antara ibu dan anak, sehingga membantu perkembangan mereka.
Perkenalkanlah permainan catur
Permainan strategi semacam ini mampu melatih kemampuan si kecil untuk menganalisa sebuah masalah dari berbagai sudut pandang. Kemampuan tersebut membantu si kecil dalam menentukan alternatif dan pemecahan dari masalah yang dihadapi.

Berikan Binatang Peliharaan
Semakin kuat keterikatan dan perhatian si kecil terhadap hewan peliharaannya, maka akan kemampuan kognitifnya semakin terasah dan bisa membantu meningkatkan nilai IQ.

Ajak si kecil untuk berlatih musik atau mengikuti kelas musik
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar musik memiliki perkembangan IQ yang lebih baik, peningkatannya bisa mencapai 7 hingga 9 poin dalam kurun waktu selama 1 bulan.

Kurangi hal-hal yang tidak memberikan pengaruh positif pada perkembangan otak si kecil
seperti misalnya orang-orang dewasa di sekitar si kecil yang menirukan bahasa bayi atau "baby talk" sangat tidak dianjurkan, karena hal tersebut bisa menjadi hambatan bagi si kecil dalam mengenali ragam kosakata baru. Selain pengaruh tontonan yang disajikan cukup mengkhawatirkan, terlalu banyak menonton acara televisi pun ternyata dapat menimbulkan efek depresi pada anak.

Cara Mudah Untuk Meningkatkan IQ

Latihan pernapasan dalam.
Pernapasan dalam adalah cara yang paling mudah dan paling efektif untuk meningkatkan fungsi otak dalam sekejap. Pernapasan dalam membuat kita rileks dan memasukkan lebih banyak oksigen ke dalam darah yang lalu mengalirkannya ke otak. Kedua hal ini membantu fungsi otak.
Caranya: Duduk hening dan pejamkan mata. Bernapas lewat hidung. Pertama-tama tarik napas dalam dan hembuskan perlahan. Sesudah itu, lakukan kegiatan yang membuat kamu nyaman
Jika muncul pikiran, segera hilangkan dan kembali memperhatikan napas kamu. Lakukan meditasi ini paling sedikit beberapa menit.
1. Lakukan aktifitas fisik.
Caranya:
• Duduk tegak, Mulut tertutup, Postur baik mempengaruhi kondisi pikiran dan membantu kita berfikir lebih jernih.
Cobalah bereksperimen untuk membuktikan hal ini.
Buat soal matematika di dalam pikiran. Pertama-tama dengan postur tubuh bungkuk dan mulut terbuka. Sesudah itu, Lakukan dengan duduk tegak dan mulut tertutup kamu akan merasakan perbedaannya.
• Coba olahraga sebentar. Aktifitas fisik yang cukup untuk memompakan darah dapat membangun otak membantu kamu berfikir lebih baik. Aktifitas fisik terbaik untuk mendapatkan khasiat ini adalah jalan cepat, tapi semua aktifitas aerobik dapat membantu meningkatkan IQ.
• Tidur cukup. Kamu pasti tahu syarat yang satu ini.
Bukti menunjukan, tidur dengan kualitas yang baik sangat penting, bukan hanya kuantitas saja.
2. Konsumsi makanan yang tepat.
• Dapatkan ginkgo biloba dalam bentuk kapsul atau teh. Daun ginkgo menunjukan dapat meningkatkan aliran darah ke otak, membantu ingatan dan konsentrasi. Khasiatnya cepat dan tidak terpengaruh pemakaian rutin.
• Minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein dapat menghasilkan khasiat jangka panjang pada orang-orang yang mendapatkannya secara teratur.
• Hindari gula. Semua karbohidrat sederhana yang didapatkan dalam jumlah besar dapat membuat lesu sehingga sulit berfikir. Jangan makan tepung putih, gula, kentang, dan karbohidrat sederhana lainnya sebelum rapat penting atau akan mengikuti tes penting.

Cara meningkatkan IQ???

IQ adalah singkatan dari intelligence quotient. Tentunya kita semua sudah tahu tentang hal ini. Istilah "IQ," merupakan terjemahan dari Bahasa Jerman yaitu Intelligenz-quotient,yang diajukan sebagai metode penilaian awal modern tes kecerdasan anak, seperti yang dikembangkan oleh Alfred Binet dan Theodore Simon pada awal abad ke 20.

IQ merupakan potensi genetik yang terbentuk saat lahir dan menjadi mantap pada usia tertentu saat pra-pubertas, dan sesudah itu tidak dapat lagi dikembangkan atau ditingkatkan. Tetapi kita dapat sedikit memperbaiki kemampuan kita dengan beberapa langkah berikut.

Langkah Pertama, berikan otak anda nutrisi yang tepat, terutama Eicosapentaenoic Asam (EPA), yang ditemukan di ikan berminyak dan minyak ikan. Makanan yang bervariasi dan seimbang dengan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar lalu latihanlah yang teratur untuk membuat tubuh dan otak bekerja dengan baik.

Langkah kedua, menikmati musik,Psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya menemukan bahwa mendengarkan musik-musik seperti karya Mozart dapat meningkatkan kemampuan mental. Dari penelitian lain juga di tunjukan bahwa anak yang mendengarkan musik klasik mendapat nilai IQ yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak.

Langkah ketiga, Latihan berpikir, Buat pikiran anda tetap aktif secara teratur. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa latihan mental dapat meningkatkan nilai IQ hingga 8%.

Langkah keempat, tidur yang cukup, Kualitas tidur yang baik setiap hari penting untuk fungsi otak. Tidak ada orang yang dapat bekerja dengan baik bila ia kurang tidur.

Langkah terakhir, berpikirlah positif, Otak anda akan mendengar pesan anda dan melakukan tindakan. Jika anda berpikiran negatif maka otak akan mendengar pesan negatif tersebut. Karena itu berpikirlah positif, dan percaya pada diri sendiri.

Sekian beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir anda. Silakan mencoba.

7 Cara Meningkatkan Konsentrasi…

Sebagian orang bisa berkonsentrasi untuk rentang waktu yang panjang. Tapi, kalaupun rentang perhatian antum pendek, antum pasti bisa memusatkan pikiran pada sesuatu yang benar-benar antum minati. Dan antum bisa meningkatkan kemampuan antum untuk berkonsentrasi kalau antum sungguh-sungguh berusaha untuk itu.
Nih, sedikit tips buat antum, agar antum bisa berkonsentrasi…Simak baik-baik yaa…
* Usahain bikin ruang belajar antum itu sebagai temoat khusus hanya untuk belajar -ngga ada keributan, mainan, atau bahkan komputer sekalipun-.
*Mulailah dengan sesi belajar yang pendek saja. Tambah waktu belajar antum lima atau sepuluh menit setiap hari sampai antum mencapai target.
*Canangkan target kecil dan beri selamat kepada diri antum sendiri ketika target itu tercapai.
*Berusahalah sekuat-kuatnya untuk tertarik dengan apa yang sedang antum pelajari. Kalau mata pelajaran itu bikin antum bosen, cari teman yang menyukainya dan tanyakan alasannya. Baca artikel, majalah, tonton video tentang topik tersebut, atau berselancar di Internet -jangan chatting terus dong!- mencari bahan tentang pokok bahasan tersebut. Datanglah ke sekolah dengan bekal pertanyaan untuk diajukan kepada gurumu di kelas.
*Sebagian kita bertipe “burung pipit” -orang pagi. Sebagianlaginya bertipe “burung hantu” -orang malam. Burung hantu ngga suka belajar pada pagi hari dan burung pipit ngantuk pada malam hari. Kapan waktu yang pas buat antum? Belajarlah pada waktu itu.
*Tetaplah aktif. Bikin catatan, garis bawahi, tuliskan pertanyaan, warnai, gambar diagram, baca keras-keras, dan uji diri sendiri dengan pertanyaan.
*Kalau antum mulai lelah atau melamun, berhentilah. Berdiri, regangkan badan, lompat-lompat, kunyahlah apel -kalo ada itu juga! kalo ngga ada, ya pura-pura ngunyah deh! hehe.- atau tidur sianglah sebentar, kalau antum bener-bener membutuhkannya.
OK..?! Selamat Mencoba yaa…Mudah-mudahan sukses…!!!!

Di adaptasi dari “Sekolah? Siapa Takut..?!” By, Jeanne Shay Schumm, Ph. D.

Cara Meningkatkan Daya Ingat agar tidak lupa-lupa ingat

Para ahli setuju banyak diantara kita dapat memelihara daya ingat saat usia bertambah dan lebih mudah ketika Anda menerapkan teori dalam praktek, itu lebih baik. Sehingga berhentilah mengkuatirkan sesuatu dan cobalah beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan daya ingat lebih baik.

Olah raga. Kegiatan fisik membuat jantung memompa dan otot bergerak-bahkan hanya dengan jalan kaki sehari-hari akan meningkatkan supply darah dan nutrisi ke otak.

Tidur yang cukup. Keletihan akan menggangu informasi yang telah kita simpan, begitu juga kemampuan Anda untuk mempelajari sesuatu yang baru. Tetapi tidur yang cukup di malam hari akan membantu daya ingat Anda berfungsi.

Hati-hati dengan suplemen. Banyak klaim dibuat tentang kehebatan vitamin C, E suplemen herbal ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, tetapi para ilmuwan tidak dengan suara bulat mengakui khasiat suplemen tersebut. Alih-alih, dapatkan vitamin yang Anda perlukan melalui cara makan yang sehat dan konsultasi ke ahli diet atau dokter sebelum mencoba suplemen tersebut.

Mengontrol stress. Stres membuat Anda berpikir tidak jelas dan dapat menggangu daya ingat yang baik. Sementara sumber stress mungkin diluar kontrol Anda, Anda dapat mengajari tubuh untuk merespon situasi secara berbeda dengan latihan yoga atau therafi relaksasi.

Mengobati depresi. Jika Anda memiliki masalah daya ingat dengan insomnia dan merasa gelisah dan putus asa, Anda mungkin menderita depresi. Ketika situasi ini diobati dengan efektif , daya ingat Anda seharusnya membaik.

Mengawasi pengobatan. Beberapa antidepressant, antihistamin dan obat-obat darah tinggi dapat melemahkan daya ingat. Jika Anda menemukan masalah ini, berbicaralah ke dokter Anda. Jangan pernah berhenti menerima resep obat tanpa nasehat medis.

Lakukan berulang. Katakan sesuatu dengan keras dan ulangi beberapa kali akan membantu untuk mengingat.

Permainan. Untuk merangsang daya ingat cobalah untuk mencoba permainan seperti catur atau scrabble.

Terus belajar. Belajar bahasa baru, mengikuti kursus dan menghadiri perkuliahan adalah salah satu cara untuk mengasah daya ingat.

Belajar dengan angka. Mengingat nomor telepon, nomor kartu kredit atau passward adalah cara untuk tetap menumbuhkan daya ingat Anda.

Belajar konsentrasi. Duduk di dapur dan buatlah daftar dalam pikiran Anda tentang segala sesuatu yang ad di tempat tidur. Tujuan dari latihan ini untuk membangun perhatian dan konsentrasi dengan memfokuskan pada sekitarnya. Selamat mencoba!

Bagaimana Cara Meningkatkan Daya Konsentrasi Anda

Dalam konsentrasi, kita mengumpulkan semua energi yang terpencar untuk fokus hanya kepada satu hal. Apabila kita benar - benar menguasainya, konsentrasi memiliki manfaat yang luar biasa terhadap hidup kita. Konsentrasi dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan ketenangan pikiran. Berikut adalah beberapa saran untuk meningkatkan konsentrasi.

Fokus

Konsentrasi berarti kita dapat memfokuskan pikiran kepada satu hal. Konsentrasi mencakup konsentrasi dalam tulisan dan menyelesaikan masalah. Apapun aktivitas kita, criteria yang paling penting adalah untuk fokus, konsentrasi dan atentif kepada aktifitas yang sedang berlangsung. Konsentrasi akan menjadi tidak berarti apabila kita diganggu oleh beberapa hal lain pada saat yang bersamaan. Untuk dapat berkonsentrasi, kita harus berhenti mencoba melakukan beberapa hal pada saat yang sama. Apabila Anda menulis suatu artikel, jangan memikirkan apa yang akan atasan Anda katakan kemudian. Apabila kita dapat fokus, kita akan bisa mendapatkan intensitas luar biasa yang akan membuat kita menyelesaikan tugas - tugas dengan lebih cepat.

Belajar Mengontrol Pikiran

Batu sandungan yang utama terhadap konsentrasi adalah gangguan yang tidak diinginkan yang muncul dalam pikiran kita. Gangguan ini akan menghalangi usaha kita untuk mencapai konsentrasi penuh. Solusi satu - satunya adalah belajar untuk mengontrol dan menenangkan pikiran kita. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kita tidak memiliki pilihan untuk menerima ato menolak pikiran; jangan sampai kita merasa menjadi korban dari pikiran kita sendiri. Hal kedua adalah kita harus mengawasi pikiran kita secara sadar dan mencegah diri kita agar tidak terpengaruh gangguan apapun yang dapat mempengaruhi konsentrasi kita. Pada saat kita memulai suatu project, sangatlah mudah untuk bermimpi dan kehilangan fokus. Yang kita butuhkan adalah ketekunan untuk berkonsentrasi tanpa pikiran yang mengganggu. Apabila kita memiliki keinginan itu, konsentrasi akan menjadi lebih mudah.

Praktek

Konsentrasi adalah merupakan suatu aktivitas. Tentu saja, semakin kita praktekkan dan latih, akan semakin baik pula kemampuan konsentrasi kita. Kita tentunya tidak mengharapkan untuk bisa menjadi hebat tanpa pelatihan. Sama juga halnya dengan konsentrasi. Konsentrasi adalah seperti otot tubuh, semakin kita melatihnya, maka akan semakin kuat pula jadinya. Memang tidak ada latihan khusus yang spesifik untuk konsentrasi, namun hidup memberikan begitu banyak kesempatan bagi kita untuk melatih konsentrasi. Kuncinya adalah untuk selalu mengambil kesempatan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi.

Meditasi

Meditasi, nyata dapat meningkatkan kekuatan konsentrasi. Sebenarnya pada saat kita mencoba untuk meditasi, hal penting yang harus pertama kita kuasai adalah konsentrasi. Meditasi setiap hari dapat memberikan kita kesempatan untuk melatih teknik konsentrasi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsentrasikan pikiran kepada satu lilin atau hanya mengkonsentrasikan pernafasan. Latihan ini sangat sederhana, namun efektif.

Perubahan adalah Sama Baiknya Seperti Mendapatkan Istirahat

Konsentrasi terhadap satu hal untuk waktu yang lama sangatlah sulit. Apabila kita konsentrasi kepada satu tugas untuk satu jam, kita kemudian dapat melanjutkan hal lainnya. Perubahan aktivitas ini membuat kita mampu untuk menggunakan sifat - sifat lain. Oleh sebab itulah kita dapat mempertahankan kekuatan konsentrasi tanpa merasa lelah terhadap suatu aktvitas.

Perhatikan Kondisi Fisik

Kekuatan konsentrasi bergantung kepada kondisi fisik kita. Apabila kita merasa lelah atau kurang sehat, konsentrasi akan menjadi lebih sulit. Konsentrasi tentu saja masih dapat dilakukan, hanya saja akan menjadi lebih sulit. namun kita harus mencoba membuat hidup lebih mudah untuk diri kita sendiri; kita harus memberikan prioritas kepada kesehatan kita - cukup tidur, jaga tubuh agar tetap fit. Olahraga membantu kita untuk meningkatkan konsentrasi. Mengurangi berat badan, menjernihkan pikiran dan menciptakan dinamisme juga akan sangat membantu. Apabila Anda merasa sulit untuk berkonsentrasi, kami menyediakan solusinya; tubuh yang sehat dan olahraga dijamin akan membantu meningkatkan kekuatan konsentrasi.

Cara Meningkatkan Daya Ingat (Memori Otak) Jilid 2

2. Tips Mengingat Password ATM atau Website

a. Bentuklah nomor-nomor Anda

Buatlah satu bentuk untuk setiap nomor, sebagai contoh: 0 seperti bola atau ring; 1 adalah pena; 2, angsa (swan); 3 seperti borgol tangan; 4, perahu layar; 5, seorang wanita hamil; 6, pipa cerutu; 7, boomerang; 8, mainan anak snowman; dan 9 adalah raket tenis.
Untuk mengingat PIN ATM (katakanlah 4298), imajinasikan diri Anda sedang ada di sebuah perahu layar (4), ketika angsa (2) berusaha menyerang Anda. Anda memukulnya dengan raket tenis (9), dan angsa berubah menjadi snowman (8).

b. Menyamakan bunyi akhir nomor-nomor password Anda dengan kata-kata tertentu (Rhyming).

Pikirkan kata-kata yang mempunyai bunyi akhir yang sama dengan nomor-nomor 1 s.d. 9 (contoh batu dengan 1, andalan untuk 9, dll.) Kemudian buatlah suatu cerita menggunakan kata-kata yang mempunyai bunyi akhir sama, misal password Anda 1973, batu (1) andalan (9) terlempar menuju (7) ke iga (3) musuh.


3. Tips Mengingat Di Mana Meletakkan Kunci Rumah / Kacamata

a. Merunut/mengurutkan kejadian-kejadian.

Beri perhatian pada apa yang sedang Anda lakukan pada saat Anda meletakkan kunci rumah atau kacamata Anda pada meja terakhir. Ingatkan diri Anda, “Saya menyimpan kunci rumah dalam saku celanaku,” sehingga Anda mempunyai ingatan yang jelas melakukan hal ini.

b. Buatlah suatu kebiasaan (habit).

Letakkan tempat penyimpanan (wadah) kecil pada sisi meja. Usahakanlah diri Anda untuk meletakkan kunci-kunci, kacamata, ponsel, atau barang-barang lain yang biasa digunakan dalam suatu wadah tersebut – setiap saat.

Cara Meningkatkan Daya Ingat (Memori Otak)

Anda mungkin pernah mengalami kejadian-kejadian yang menyebalkan dikarenakan lupa akan: nama teman baru atau teman lama Anda, password ATM, komputer atau website Anda, di mana menyimpan kunci rumah Anda, di mana meletakkan kacamata Anda, tugas-tugas yang harus segera dilakukan hari ini, judul film yang baru Anda tonton semalam, di mana memarkirkan mobil Anda, atau bahkan lupa sesuatu yang baru terlintas di pikiran kita 50 detik yang lalu.

Memang lupa seringkali membuat kita frustasi dan memalukan. Lupa akan hal-hal tersebut di atas adalah suatu tanda betapa sibuknya kita. Mungkin akan beruntung bagi Anda yang termasuk orang yang rajin mencatat segala sesuatunya, mengorganisasinya baik pada catatan manual maupun elektronik seperti ponsel ataupun PDA.

Namun, bagi Anda tipe orang yang tidak suka mencatat dan yang tidak mempunyai akses terhadap alat-alat bantu elektronik, atau bagi Anda semua yang ingin meningkatkan daya ingat otak Anda, ada beberapa tips / cara untuk melatih atau meningkatkan daya ingat otak kita sebagai berikut:

1. Tips Mengingat Nama Teman / Kolega / Konsumen Anda

a. Putuskan bahwa Anda benar-benar ingin mengingat namanya.

b. Perhatikan dengan saksama.

Ketika Anda dikenalkan dengan seseorang, lihat mukanya baik-baik dan dengar baik-baik namanya. Tanyakan ejaan yang benar misalkan sesuai pendengaran Anda, ia bernama Kathy, Anda tanyakan kepadanya, “Apakah Kathy dengan K atau C?”. Berilah tanda tentang namanya untuk membantu mengunci dalam ingatan kita (“Oh, Carpenter – teman terbaikku masa kecil), dan gunakan namanya beberapa kali selama bercakap-cakap dengan teman baru Anda tersebut dan pada saat mengucapkan salam perpisahan.


c. Visualisasikan.

Perhatikan dengan baik-baik mukanya dan bagian-bagiannya yang membedakan dengan orang lain. Misalkan Sissy teman Anda bermuka oriental, Anda bisa lekatkan di pikiran Anda dengan negeri bambu atau pikirkan “Oriental Sissy”.

d. Membuat nama teman Anda menjadi lebih bermakna.

Misalkan kenalan baru Anda namanya Robert Alltoff, Anda bisa mengasosiasikannya dengan Robert yang semua tentangnya adalah top.

e. Mengimajinasikan

Teknik ini dilandasi bahwa otak pada dasarnya mempunyai kesulitan mengingat simbol-simbol abstrak, seperti nama-nama dan nomor-nomor. Kunci dari teknik ini adalah melekatkan gambar (image) yang jelas pada simbol-simbol yang akan kita ingat.
Misalkan konsumen baru Anda bernama Deb, Anda bisa mulai menggambarkan sebuah website di atas kepalanya – web di atas Deb. Teknik ini akan memudahkan Anda bila suatu ketika bertemu dengan orang tersebut.

f. Mengasosiasikan atau menghubungkan dengan sesuatu yang sudah Anda kenal

Misalkan:
-Nama kolega bisnis baru Anda adalah Dhani, Anda bisa menghubungkan dengan Dhani Ahmad (Band Dewa 19).
-Nama teman kuliah Anda dulu namanya Muhammad Zia Ul Haq, Anda bisa menghubungkannya dengan nama Presiden Pakistan zaman dulu (Zia Ul Haq).

g. Memenggal nama teman Anda yang terlalu panjang menjadi beberapa suku kata / bunyi karena memikirkan seluruh nama pada saat yang sama akan membebani memori anda.

Misalkan nama teman Anda adalah Azprilianputraardiwidyanto, Anda bisa memenggalnya menjadi April-putra-ardi-widya, kemudian anda membuat gambaran pada bulan April ada anak laki-laki dari suatu padepokan turun gunung (ardi) untuk menyebarkan ilmu (widya) yang bermanfaat.

Hey Visitor Where Do You Come From ?


Apa Yang Ingin Anda Cari ???